Ditunjuk Untuk Menjadi Umat Pilihan
11 May 2019

Dalam Kisah Para Rasul 13:48, tertulis: “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Di dalam ayat ini terdapat kalimat yang dijadikan dasar seakan-akan Tuhan memilih dan menentukan orang-orang tertentu pasti selamat masuk surga. Kalimat itu adalah “…dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Secara hurufiah kalimat ini mengesankan bahwa Allah memilih dan menentukan orang-orang tertentu untuk pasti menerima keselamatan masuk surga, tetapi sebenarnya tidak demikian maksudnya. Kita harus memperhatikan seluruh perikop dalam pasal ini. Kalau kita tidak teliti memperhatikan Kisah Para Rasul 13:48 maka kita akan salah memahaminya. Bagi mereka yang sudah disandera dengan konsep bahwa Allah menentukan orang-orang tertentu untuk pasti menerima keselamatan, akan memandang ayat ini sebagai peneguhan premis mereka. Ini adalah pandangan yang salah.

Untuk menemukan makna asli dari Kisah Para Rasul 13:48 kita harus memperhatikan dengan teliti ayat-ayat sebelumnya, Kisah Para Rasul 13:44-46 Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” Perikop ini menunjukkan bahwa berita keselamatan, pertama ditujukan kepada bangsa Israel, tetapi oleh karena bangsa itu menolak dan menganggap diri mereka tidak layak untuk memperoleh hidup yang kekal maka berita keselamatan ditujukan kepada “bangsa-bangsa lain.” Bangsa-bangsa lain itu menunjuk kepada “orang yang tidak mengenal Allah” dalam Kisah Para Rasul 13:48.

Kita harus mengerti dengan tepat pengertian kalimat dalam Kisah Para Rasul 13:48 yang berbunyi: “dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Dalam teks aslinya kalimat ini tertulis: “kai episteusan hosoi esan tetagmenoi eis zoen aionion” (καὶ ἐπίστευσαν ὅσοι ἦσαν τεταγμένοι εἰς ζωὴν αἰώνιον). Ada beberapa kata yang tidak diterjemahkan dengan tepat dalam Alkitab Bahasa Indonesia. Pertama, kata hosoi (ὅσοι). Kata ini memiliki keterangan sebagai pronoun relative nominative masculine plural, dari akar kata hodos (ὅσος) yang mestinya lebih tepat diterjemahkan “sebanyak.” Kalau kata “semua” biasanya dalam teks aslinya adalah pas, pasa, pan (πᾶς, πᾶσα, πᾶν). Dalam Alkitab Bahasa Inggris, kata hosoi pada umumnya diterjemahkan as many as yang berarti “sebanyak.” Kedua, kata tetagmenoi (τεταγμένοι). Kata ini memiliki keterangan waktu verb participle perfect passive nominative masculine plural, dari akar kata tasso (τάσσω). Kata tasso lebih memiliki pengertian appoint (menunjuk), to put in order (ditaruh untuk suatu maksud).

Kata tasso (τάσσω) lebih tepat diterjemahkan “ditunjuk” bukan “ditentukan.” Sedangkan kata “ditentukan” biasanya menggunakan kata proorizo (προορίζω). Kata proorizo (προορίζω) diterjemahkan “ditentukan” dalam Alkitab Bahasa Indonesia di beberapa ayat seperti dalam Roma 8:29, Efesus 1:5. Jadi, kalimat dalam Kisah Para Rasul 13:48 yang berbunyi: “dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya”, seharusnya diterjemahkan “dan sebanyak yang ditunjuk Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.” Dalam terjemahan bahasa Inggris versi King James diterjemahkan: “… and all who were appointed for eternal life believed.” Orang-orang yang ditunjuk Allah untuk hidup yang kekal, maksudnya bukan ditetapkan secara sepihak oleh Tuhan untuk pasti selamat masuk surga dengan dibuat menjadi percaya. Tetapi maksudnya adalah bahwa ada orang-orang yang tidak mengenal Allah atau bangsa-bangsa lain yang “ditunjuk menggantikan bangsa Israel” yang menolak Injil, supaya mereka mendengar berita keselamatan guna memperoleh hidup kekal.

Kata hosoi (ὅσοι) dalam Kisah Para Rasul 13:48 menunjukkan bahwa tidak semua bangsa-bangsa lain atau yang tidak mengenal Allah mendapat kesempatan mendengar Injil. Memang faktanya hanya orang-orang tertentu dari mereka yang ditunjuk untuk mendengar berita keselamatan. Jadi, kalimat “untuk hidup yang kekal” menunjukkan adanya orang-orang yang “ditunjuk” menggantikan bangsa Israel untuk hidup yang kekal. Allah tidak menentukan orang-orang tertentu dari bangsa-bangsa lain atau yang tidak mengenal Allah pasti selamat masuk surga. Memang mereka ditunjuk menggantikan bangsa Israel yang menolak keselamatan, tetapi mereka juga diberi kebebasan untuk menerima atau menolak anugerah keselamatan, seperti bangsa Israel. Dan faktanya tidak semua orang dari mereka yang menerima keselamatan; ada orang-orang dari mereka yang menerima tetapi juga ada yang menolak untuk percaya.