Bukan Upah di Bumi
19 January 2021

Play Audio

Kalau kita memperhatikan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan di dalam Ibrani 11:6 bahwa orang yang mencari Allah akan mendapatkan upah, upah apakah yang diberikan kepada orang yang mencari Allah? Kalau kita membaca Ibrani 11, upah yang mereka peroleh ternyata bukan di bumi ini, dan ini lolos dari pengamatan banyak orang. Habel beriman, tapi mati. Kalau Henokh, beriman kemudian dia diangkat hidup-hidup. Nuh tidak dapat upah apa-apa. Dia sudah berlelah membuat bahtera, ternyata tidak mendapat sesuatu. Ini berarti upah yang mereka peroleh bukan di bumi ini. Abraham, apalagi. Sampai mati, Abraham tidak mendapatkan negeri atau tidak menemukan negeri yang Allah janjikan itu.

Jadi, upah yang dimaksudkan dalam Ibrani 11 itu bukan di bumi ini. Mereka tidak mendapatkan apa-apa di bumi. Ironis sekali kalau orang Kristen hari ini mau mendapatkan upah di bumi. Bahkan, memberikan persembahan pun dijanjikan akan dilipatgandakan. Betapa kelirunya itu. Kalau kita membaca firman Tuhan, Alkitab Perjanjian Baru khususnya, mereka yang mengikuti Yesus tidak mendapatkan upah apa-apa di bumi. Yang ada adalah penderitaan, kematian dengan cara yang keji, dan sampai akhir hidup mereka menjadi orang yang menderita. Apalagi pada zaman gereja mula-mula, mereka bukan saja hanya kehilangan harta, melainkan juga keluarga, bahkan nyawa mereka.

Itulah sebabnya berkali-kali Tuhan Yesus mengatakan: “upahmu besar di surga.” Kamu akan mendapatkan 100 kali lipat itu nanti, di langit baru bumi baru. Di dunia sekarang memang bisa memperoleh 100 kali lipat dalam arti sukacita dan damai sejahtera yang kita dapat peroleh, tapi yang secara fisik nanti, di langit baru bumi baru. Alkitab menulis di dalam Ibrani 11:39-40, “dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik, sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita. Tanpa kita, mereka tidak bisa sampai ke kesempurnaan.” Artinya, tanpa kita, mereka tidak lengkap. Mengapa dikatakan begitu? Sebab, pada dasarnya upah yang diberikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah di Perjanjian Lama adalah kehidupan yang akan datang, bukan kehidupan di bumi ini.

Tetapi kehidupan yang akan datang tidak akan terwujud kalau orang percaya belum genap jumlahnya untuk menjadi pewaris Kerajaan Surga yang berkualitas corpus delicti. Jadi, Rajanya sekarang sudah ada, yaitu Tuhan Yesus. Wilayahnya pasti ada, Allah siapkan. Tetapi, yang belum cukup atau belum lengkap adalah orang-orang yang harus menjadi corpus delicti atau orang-orang yang sekarang sedang mengikuti perlombaan yang diwajibkan namun belum selesai. Maka dikatakan: “tanpa kita, mereka tidak sempurna,” artinya kitalah orang yang ditunggu untuk memenuhi penggenapan semua yang dijanjikan Allah kepada umat Perjanjian Lama. Yesus merupakan penggenapan dari seluruh rencana Allah, dan orang percaya yang dikatakan oleh Paulus sebagai mengambil bagian dalam penderitaan Kristus untuk memenuhi rencana Allah dimana Injil harus diberitakan sampai ke ujung bumi, barulah genap waktunya.

Tentu maksud Injil diberitakan ini, di dalamnya termasuk dilahirkannya manusia-manusia yang serupa dengan Yesus atau manusia-manusia yang berkualifikasi corpus delicti. Oleh sebab itu, kalau kita melihat tokoh-tokoh iman Perjanjian Lama sudah memiliki jiwa kemusafiran, mestinya kita sebagai orang Kristen juga harus sudah memiliki jiwa kemusafiran bahwa dunia ini bukan rumah kita. Abraham saja memiliki jiwa kemusafiran, namun orang Kristen betah di dunia dan berasa berhak memperoleh upah di bumi ini. Padahal, umat Perjanjian Lama sendiri tidak mencari dan memperoleh upah di bumi.

Oleh sebab itu, mari kita memahami kebenaran Alkitab. Kita hidup di dunia hanya untuk memenuhi rencana Allah, yaitu bagaimana kita memiliki karakter seperti Kristus dan berkorban seperti yang dilakukan Yesus, sehingga hidup kita memang disita penuh untuk proses perubahan karakter dan untuk pengabdian kita kepada Allah tanpa batas. Kitalah orang-orang yang dipercayai oleh Allah Bapa meneruskan karya keselamatan yang telah dikerjakan Yesus di kayu salib supaya sampai ke ujung bumi, artinya supaya semua orang mendengar Injil—maksudnya orang-orang pilihan—mendengar Injil. Dan mereka yang merespons anugerah dengan benar, diubahkan untuk menjadi serupa dengan Yesus, artinya menjadi corpus delicti. Jika jumlah corpus delicti genap, kita yang mempercepat kedatangan Tuhan, akan menggenapi rencana Allah dengan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Ini adalah kehormatan bagi kita yang tidak dimiliki oleh orang di luar Kristen. Jadi, kita sekarang tidak memiliki agenda lain dalam hidup ini kecuali ikut perlombaan yang wajib, seperti yang dikatakan Ibrani 12:1. Dan kalau kita membaca Ibrani 12:2, ternyata perlombaan itu adalah menjadi serupa dengan Yesus.