Buah Roh
28 July 2017

Paulus mengatakan dalam Galatia 5:16: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Kata “hiduplah” dalam teks aslinya adalah peripateo (περιπατέω), yang artinya adalah membuat jalan, berkebiasaan dan menggunakan kesempatan. “Hiduplah oleh roh” maksudnya agar orang percaya membiasakan diri hidup menurut roh. Roh di sini maksudnya adalah gairah, spirit atau hasrat yang diajarkan Roh Kudus kepada kita. Sebagai hasilnya maka seseorang tidak akan hidup menuruti atau memenuhi keinginan daging. “Menuruti” dalam teks aslinya adalah teleo (τελέω) yang lebih tepat berarti “memenuhi”. Dari ayat ini seakan-akan Paulus hendak mengatakan bahwa hendaknya kita tidak merasa berhutang untuk hidup menuruti daging.

Dengan hidup menuruti roh maka orang percaya dapat tidak menuruti keinginan daging, hal ini sinkron dengan pernyataan Paulus dalam Roma 8:13, Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Orang percaya dipanggil untuk berjuang hidup menurut roh, sebab hal ini tidak bisa terjadi atau berlangsung secara otomatis. Kalau tidak berjuang dengan sungguh-sungguh maka seseorang akan hidup menurut daging, sebab di dalam diri kita ada pertentangan atau konflik antara kehendak roh dan kehendak daging. Paulus menulis hal ini dengan pernyataan: Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki (Gal. 5:17).

Hasil dari perjuangan hidup menurut roh tersebut, seseorang dapat memiliki keberadaan dapat melakukan kehendak Allah, bukan karena terpaksa atau hidup di bawah tekanan bayang-bayang hukuman, tetapi dengan sendirinya dapat melakukan apa yang Allah kehendaki. Paulus menyatakan hal ini dengan pernyataan: Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat (Gal. 5:18). Dalam hal ini seseorang dapat melakukan kehendak Allah bukan karena hukum, tetapi karena irama yang sudah menyatu dalam dirinya. Inilah Kekristenan yang sejati, not just to do but to be. Sampai pada tahap ini nyata bahwa Kekristenan bukanlah agama hukum, tetapi jalan hidup, yaitu cara berpikir seperti cara berpikirnya Tuhan. Dengan demikian maka buah roh dapat dihasilkan.

Selanjutnya Paulus menunjukkan buah-buah daging antara lain: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Orang-orang yang masih mempraktikkan hal ini dalam hidupnya pasti tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Surga. Siapapun orang tersebut, walaupun mengaku Kristen, aktivis, bahkan seorang pendeta. Dalam hal ini jelas bahwa untuk masuk Kerajaan Surga seseorang harus tidak lagi hidup menuruti daging yang dapat menghasilkan buah-buah daging. Orang-orang yang masuk dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang hidup menurut roh. Sebagai buktinya adalah memiliki buah roh di dalam hidupnya. Buah roh itu antara lain: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Oleh sebab itu menjadi panggilan yang dapat dikatakan juga sebagai hutang, bahwa orang percaya harus hidup menurut roh. Untuk itu orang percaya harus berjuang menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya. Hal ini tidak bisa dihindari oleh orang yang telah menerima penebusan oleh darah Yesus Kristus, yang segenap hidupnya sudah dimiliki oleh Tuhan (1 Kor. 6:19-20). Untuk itu Paulus tegas mengatakan: Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5:24).