Berpaling Kepada Bangsa Lain
26 July 2018

Hasil dari pemberitaan Firman yang dilakukan oleh orang-orang percaya di abad pertama tersebut, adalah jiwa-jiwa yang benar-benar diselamatkan, yaitu orang-orang yang bersedia patuh terhadap Injil. Mereka benar-benar bersedia memenuhi tuntutan dan tuntunan Injil, sehingga mereka juga rela kehilangan harta, keluarga, dan nyawa mereka sendiri. Orang-orang yang menerima Injil tersebut mengikuti pola hidup dari para pemberita Injil yang juga patuh terhadap Injil, dan yang bersedia hidup dalam tuntutan dan tuntunan Injil. Dalam kondisi yang sangat krisis, di mana orang percaya hidup dalam aniaya yang hebat, mereka sulit mengembangkan suatu teologi, selain teologi yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.

Dari Roma 10:17 kita peroleh pelajaran rohani, pada akhirnya pemberitaan Firman yang benar adalah pemberitaan Firman yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang diurapi. Zaman sekarang, semua orang bisa dengan mudah berkhotbah. Kuliah 4 tahun sudah bisa menjadi pengkhotbah yang cakap, apalagi kalau sudah bergelar Master Teologi atau Doktor Teologi. Tetapi pada zaman Roma, ketika Paulus masih hidup, hanya orang-orang yang berani mempertaruhkan hidupnya tanpa batas serta memperagakan kehidupan Yesus yang dapat memberitakan Injil. Itulah sebabnya jelas sekali, hanya orang-orang yang diurapi (seperti Kristus) yang menjadi saksi yang efektif bagi Tuhan.

Segala sesuatu yang didengar oleh orang-orang yang belum mengenal Injil adalah segala sesuatu yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dan yang sudah barang tentu diperagakan oleh mereka. Jadi, orang-orang kafir atau orang yang tidak mengenal Allah, bisa menjadi percaya dengan mematuhi tuntutan dan tuntunan Injil, sehingga mereka juga bisa memiliki kehidupan seperti yang diperagakan oleh Tuhan Yesus, karena mendengar yang diajarkan dan diperagakan oleh orang-orang percaya yang menjadi saksi (Rm. 10:14-16). Dengan demikian, iman orang pada waktu itutimbul dari pemberitaan orang-orang yang diurapi oleh Tuhan. Hal ini bertalian dan diteguhkan oleh ayat-ayat sebelumnya, misalnya dari Roma 10:14-15 – Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Selanjutnya Paulus menulis: Tetapi aku bertanya:Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi (Rm. 10:18).Tidak ada alasan orang mengatakan bahwa dirinya tidak mendengar Firman Kristus, sebab Firman diperdengarakan sampai ke ujung bumi. Memang pada dasarnya mereka tidak mau mematuhi Injil, maka mereka menolaknya. Perhatian mereka hanya kepada kesenangan duniawi, maka mereka tidak dapat patuh terhadap Injil atau tidak bersedia hidup dalam tuntutan dan tuntunan Injil, sehingga mereka tidak memiliki kehidupan yang berpadanan dengan Injil. Itulah sebabnya Paulus mengatakan: Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: “Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal.” (Rm. 10:19).

Karena bangsa Israel menolak Injil, maka Allah berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Dalam hal ini jelas dikatakan dalam Roma 10:20-21: Dan dengan berani Yesaya mengatakan: “Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.” Tetapi tentang Israel ia berkata: “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.” Tuhan tidak memaksa seseorang menerima Injil dengan benar atau menolaknya. Kalau menolak Injil, sudah pasti Tuhan membuang orang-orang yang menolak Injil, tetapi Tuhan memulihkan kehidupan orang yang mau menerima Injil, artinya bersedia patuh kepada Injil dengan memenuhi tuntutan dan tuntunan Injil.

Dari penjelasan di atas ini kita memperoleh kebenaran, bahwa Tuhan mengasihi semua bangsa. Ketika bangsa Israel yang merasa sebagai umat pilihan Elohim Yahwe, dan merasa tetap akan terus sebagai umat kesayangan Elohim, menolak jalan keselamatan, maka Elohim Yahwe akan menolak mereka sebagai umat pilihan. Kalau umat pilihan keturunan Abraham bisa ditolak, apalagi bangsa-bangsa lain yang bukan orang Israel? Kalau bangsa-bangsa non Yahudi diberi kesempatan untuk menjadi umat pilihan, tetapi menolak tunduk kepada kehendak Tuhan, maka mereka akan ditolak atau dibuang.