Analisa Roma 8:29
08 April 2019

Roma 8:29 menuliskan,“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”Kalimat “orang yang dipilih-Nya dari semula” menunjuk kepada orang yang hidup di zaman Perjanjian Baru, mendengar Injil dengan benar, dan memiliki potensi jasmani dan rohani untuk bisa merespon Injil dengan benar. Orang-orang yang memiliki kesempatan untuk mendengar Injil yang benar, diharapkan merespon dengan benar atau memadai sehingga benar-benar terpilih atau mengalami dan memiliki keselamatan, yaitu dikembalikan ke rancangan Allah semula yang berkeadaan sebagai anak-anak Allah, seperti Yesus.

Kata “dipilih” dalam teks aslinya adalah proegnon (προέγνω) dari akar kata proginosko (προγινώσκω). Kata proegnon memiliki keterangan waktu verb indicative aorist active 3rd person singular yang menunjuk suatu tindakan, kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi atau sudah berlangsung. Kata ini berarti know somethingbeforehand orin advance, know someone previously (diketahui sebelumnya, mengenal seseorang sebelumnya atau atau pada waktu sebelumnya). Ini berarti kalimat “orang yang dipilih-Nya” sebenarnya menunjuk kepada orang-orang yang sudah dikenali sebelumnya oleh Tuhan untuk mendapat kesempatan mendengar Injil. Tidaklah salah kalau diterjemahkan “dipilih.”

Selanjutnya kalimat “ditentukan-Nya dari semula” dalam teks aslinya adalah proorisen (προώρισεν) dari akar kata proorizo (προορίζω). Kata proorizenmemiliki keterangan waktu verb indicative aorist active 3rd person singular yang menunjuk suatu tindakan, kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi atau sudah berlangsung.Adapun kata “proorizo” dalam teks aslinya adalah decide on beforehand, determine in advance (ditentukan sebelumnya, mengenal seseorang sebelumnya atau atau pada waktu sebelumnya). Kita harus hati-hati dalam memahami kata proorizo ini, kata “ditentukan” bukan menunjuk pada manusia yang dipastikan selamat masuk surga, yaitu orang yang diketahui sebelumnya atau yang dipilih sebelumnya untuk mendapat kesempatan menerima keselamatan.

Kata proorizo atau “ditentukan” menunjuk kepada standar yang harus dicapai orang-orang yang dipilih untuk menerima keselamatan. Standar yang ditentukan adalah “serupa dengan gambaran Yesus.” Kalimat “serupa dengan gambaran Anak-Nya” dalam teks aslinya adalah summorphous tes eikonos tou huiou autou (συμμόρφους τῆς εἰκόνος τοῦ υἱοῦ αὐτοῦ). Kata “serupa” dalam teks aslinya adalah summorphous (συμμόρφους)berarti similarity of form or nature having the same form as, conformed to, similar in form or nature(memiliki kesamaan dalam natur atau kodrat, bukan sekadar mirip). Kata ini juga digunakan dalam Filipi 3:21. Kata summorphous dalam teksBahasa Ibrani diterjemahkan demuth (דַּמּוֹת). Adapun kata “gambaran” dalam teks aslinya adalah eikonos (εἰκόνος).Kata eikonos memiliki pengertian yang sama dengan tselem (צֶלֶם) dalam Bahasa Ibrani yang terdapat dalam Kejadian 1:26, yang juga diterjemahkan “rupa.” Kata tselem menunjuk kepada kualitas dari komponen-komponen yang ada pada Allah yang juga ada pada manusia, yaitu pikiran dan perasaan manusia. Dalam teks Bahasa Latin diterjemahkan imaginis.

Dalam Kejadian 1:26 Elohim (Allah) berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.”Menjadi rancangan Allah semula, umat pilihan dapat memiliki tselem (gambar) dan demuth (rupa atau keserupaan). Kata demuth menunjuk komponen-komponen yang ada pada Allah yang juga ada pada manusia, yaitu pikiran dan perasaan. Dari pikiran dan perasaan ini maka manusia dapat memiliki keinginan atau kehendak. Tentu saja keinginan atau kehendak yang dilahirkan adalah keinginan atau kehendak yang berasal dari manusia (pikiran dan perasaan) itu sendiri. Kata tselem (keserupaan) menunjuk kepada kualitas dari demuth (pikiran, perasaan, dan kehendak).

Kejadian 1:26 merancang agar manusia memiliki tselem dan demuth seperti Allah, tetapi di dalam Kejadian 1:27 ternyata Elohim (Allah) hanya menciptakan gambar (tselem) saja. Ini berarti keserupaan (demuth) menjadi tanggungjawab manusia untuk meraihnya. Dalam hal ini Adam gagal. Yesus yang berhasil mencapai kualitas gambar (tselem), sehingga memiliki demuthyang sesuai dengan rancangan Allah semula. Ibrani 5:7-9 menunjukkan bahwa Yesus telah mencapai kesempurnaan, sehingga Ia dapat menjadi pokok keselamatan (Yun. Aitios). Seharusnya Adam pertama dapat mencapainya agar ia dapat menjadi yang sulung bagi manusia, tetapi Adam gagal. Yesuslah yang pertama berhasil mencapai kualitas tselem yang sesuai dengan kualitas yang Elohim (Allah) kehendaki. Sehingga Yesus menjadi yang sulung.