Alkitab Berkuasa
23 October 2018

Salah satu ciri Alkitab yang ketiga adalah bahwa Alkitab berkuasa. Berkuasa di sini artinya membawa dampak yang sangat kuat dan besar. Kalau seseorang benar-benar mengerti isi Alkitab dan mengenakannya di dalam hidupnya, maka kehidupan orang tersebut pasti terus menerus diubah. Kehidupan seseorang yang diubah sesuai dengan maksud dan tujuan keselamatan, maka kehidupan orang tersebut pasti menjadi sangat luar biasa. Kehidupan yang luar biasa yang mengacu pada Pribadi Kristus yang dapat digambarkan sebagai lampu yang memiliki kekuatan watt yang tinggi dengan terang yang menakjubkan (1Ptr. 2:9). Dalam hal ini “berkuasanya” Alkitab dapat terbukti.

Terkait dengan Alkitab yang berkuasa, ada beberapa pernyataan Alkitab yang luar biasa. Yesus berkata bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran yang menguduskan (Yoh. 17:17). Menguduskan di sini berarti mengubah karakter. Kalau darah Yesus mengangkat dosa yang dilakukan, tetapi Firman Allah di dalam Alkitab mengangkat karakter dosa yang berpotensi untuk dilakukan. Kebenaran Firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab berpotensi membuat seseorang bukan saja tidak berbuat dosa lagi, tetapi tidak bisa berbuat dosa lagi. Rasul Paulus dalam suratnya menyatakan: Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Rm.1:16-17). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Alkitab berkuasa.

Alkitab berisi Firman Tuhan, oleh sebab itu kekuasaan yang terdapat di dalamnya
adalah kekuasaan Allah yang tertinggi.

Otoritas yang dimiliki Alkitab adalah otoritas dari tempat yang Mahatinggi. Alkitab tidak boleh dan tidak bisa dibawahi oleh lembaga apa pun. Sebab tidak ada lembaga dalam dunia yang lebih dari Allah. Oleh karena Alkitab memiliki otoritas dari Allah sebagai lembaga tertinggi, maka gereja dan orang percaya harus tunduk kepada Firman Tuhan sebagai pedoman dan pengatur kehidupan. Kuasa yang terdapat dalam Alkitab akan terbukti nyata dalam kehidupan manusia yang memercayai dan menghidupi kebenaran Alkitab.

Oleh karena Alkitab berkuasa, maka gereja harus mengakui kewibawaan Alkitab di atas segalanya, artinya doktrin yang dirumuskan gereja tidak boleh dianggap sejajar dengan Alkitab, apalagi dianggap lebih tinggi. Doktrin yang disusun oleh sebuah sinode gereja dalam bentuk Pengakuan Iman dan pengajaran tidak boleh dianggap sebagai harga mati, artinya tidak boleh dipandang sebagai permanen yang tidak boleh diganggu gugat atau diubah. Kita harus selalu membuka ruangan untuk mengoreksi kembali segala sesuatu yang diajarkan oleh gereja dan sudah diyakini sebagai kebenaran.

Gereja juga tidak boleh takut dan ragu-ragu untuk mengoreksi kembali ajaran dari para tokoh teolog masa lalu yang sangat hebat pada zamannya, bahkan mereka yang menjadi pendiri dari sebuah denominasi gereja. Mereka memang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa pada zamannya, tetapi sekarang zaman sudah sangat berubah. Pengajaran yang sangat efektif pada zamannya belum tentu efektif untuk dunia kita hari ini. Pengeksplorasian terhadap Alkitab tidak boleh berhenti guna menemukan kebenaran-kebenaran yang efektif pada zamannya. Apa yang pernah dirumuskan oleh para tokoh gereja dan teolog masa lalu tidak boleh disejajarkan dengan kewibawaaan Alkitab.

Alkitab juga teruji kuasanya dalam hal ketahanannya menghadapi segala serbuan yang memandang Alkitab sebagai buku biasa. Ternyata Alkitab telah tercetak lebih dari 240 bahasa secara lengkap dan bagian tertentu telah diterjemahkan lebih dari 1800 bahasa. Dalam membela dan mempertahankan Alkitab, orang percaya tidak menggunakan kekerasan atau pedang. Tuhan mengajarkan agar orang percaya mengasihi musuh-musuhnya. Bila ditampar pipi kanan, harus memberikan pipi kirinya. Walau Alkitab tidak dibela dan dipertahankan dengan pedang, tetapi Alkitab tetap eksis sampai hari ini yang menunjukkan keperkasaannya.